Welcome to Chilly Theme

Sea summo mazim ex, ea errem eleifend definitionem vim. Ut nec hinc dolor possim mei ludus efficiendi ei sea summo mazim ex.

Bisnis Bareng Keluarga? Siapa Takut!

Bisnis Bareng Keluarga? Siapa Takut!

Ia menemukan bisnis tradisional Tionghoa, khususnya, sulit sekali menurun ke generasi berikutnya. “Yang aku belajar dari papa mama itu bagaimana mereka sebagai pemimpin perusahaan ini, nggak mentingin diri sendiri. Meski begitu, Calvin, lulusan jurusan bisnis dari sebuah universitas di daerah Tangerang itu, mengatakan bisnisnya tetap berupaya menggaji karyawan secara penuh. Merasa bertanggung jawab meneruskan warisan keluarga, Ninna sepakat banting setir.

Bisnis dengan keluarga

Tetapi bisnis cenderung kompleks dan lebih memancarkan nilai individualitas, cenderung mudah disulut masalah. CEO Garuda Food Sudhamek Agung membutuhkan waktu 6 tahun untuk mentransfer ilmu dan pengalaman secara intensif demi Slot Emoney mengantar putra mahkotanya enempati posisi tertinggi di perusahaan. Namun untuk beberapa kondisi, melibatkan keluarga dalam bisnis yang kita kelola bisa menjadi pupuk untuk menyuburkan kepercayaan mereka terhadap bisnis kita.

Dengan kata lain, dalam mengelola bisnis keluarga juga harus mendengarkan pandangan dari anggota keluarga lain. Ketika Anda akhirnya sukses memajukan bisnis keluarga Anda, Anda sudah bisa dikatakan dapat membuktikan bahwa Anda memang memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola bisnis keluarga. Dengan begitu Anda sukses mengembangkan diri sekaligus membuat kedua orang tua Anda menjadi bangga dan kemampuan berbisnis Anda semakin terasah. Meneruskan bisnis keluarga tidak selalu mudah untuk semua orang, apalagi jika selama ini Anda juga tidak terlibat di dalamnya.

Perusahaan keluarga memiliki komitmen dan motivasi yang akan membantu anggota keluarganya dalam menjalankan perusahaan dengan baik. Hal ini memiliki dampak positif terhadap semangat dan ketrampilan dalam melakukan usaha milik keluarga. Namun penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa perusahaan keluarga memiliki nilai rendah dalam hal inovasi dan terlalu berpusat pada internal. Jadi selain mengelola bisnis dari sisi internal, juga perlu mempersiapkan generasi penerus yang nantinya siap meneruskan bisnis tersebut.

Jadikan hal tersebut sebagai tolok ukur dan pecutan untuk terus bekerja mencapai kesuksesan. Mitra bisnis akan senang jika reputasi dan hubungan yang dibina semakin dipererat dengan kualitas kerja yang sepadan. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan yang sudah disiapkan untuk masa depan Anda.

Comments are closed.